Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Sempat Divonis Bebas Oleh Hakim PN Tembilahan, Terpidana Narkoba Kembali Ditetapkan MA Sebagai Tersangka

×

Sempat Divonis Bebas Oleh Hakim PN Tembilahan, Terpidana Narkoba Kembali Ditetapkan MA Sebagai Tersangka

Sebarkan artikel ini

INHIL, WARGANET.CO – Sempat Divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tembilahan, Terpidana Narkotika kembali ditetapkan Mahkamah Agung (MA) sebagai tersangka.

Kasus tindak pidana ini menjadi atensi publik setelah sebelumnya majelis hakim PN Tembilahan yang diketuai oleh Reynaldo Sihombing memvonis bebas terdakwa HFJ.

Majelis hakim melalui putusan No.302/Pid.Sus/2022/PN Tbh menyatakan Terdakwa HFJ tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kesatu dan kedua Penuntut Umum, dan memerintahkan agar Terdakwa dibebaskan dari tahanan.

Menanggapi putusan kasas ini, PN Tembilahan menghormati putusan MA yang sudah final dan mematahkan putusan PN Tembilahan yang membebaskan terdakwa.

“Karena MA sudah putusan terakhir (final envanding) kita harus menghormati putusan MA,” ujar Juru Bicara (Jubir) PN Tembilahan Janner Christiadi Sinaga, SH kepada Tribun Pekanbaru.

Karna vonis bebas tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Inhil menyatakan Kasasi terhadap Putusan PN Tembilahan yang membebaskan HFJ dengan penyerahan Memori Kasasi pada tanggal 14 Mei 2023.

Setelah penantian Panjang akhirnya pada 11 Oktober 2023 Kejari Inhil akhirnya menerima Petikan Putusan MA No. 3183 K/Pid.Sus/2023 tanggal 01 September 2023 yang membatalkan putusan PN Tembilahan No.302/Pid.Sus/2022/PN Tbh.

Dalam kasasi MA tersebut memutuskan Terdakwa HFJ telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I yang beratnya lebih dari 5 (lima) gram”, dan menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 6 tahun dan denda Rp.1 milyar (Dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan).

“Setelah menerima petikan putusan MA tersebut, Kami (Kejari Inhil) menerbitkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) pada tanggal 12 Oktober 2023,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Inhil, Nova Puspita Sari, SH, MH .

Diketahui, terpidana HFJ telah 2 kali tidak memenuhi panggilan Jaksa eksekutor saat pelaksanaan eksekusi Putusan MA yang mematahkan vonis bebas oleh PN Tembilahan terhadap HFJ.

Pada panggilan pertama tanggal 16 Oktober 2023, terpidana HFJ tidak berada di rumahnya. Begitu juga pada panggilan ke dua pada 23 Oktober 2023 yang tidak direspon terpidana HFJ.

“Pada hari ini terpidana HFJ menyerahkan diri ke kantor Kejari Inhil untuk selanjutnya dilakukan eksekusi di Lapas kelas IIA Tembilahan,” ujar Kajari Inhil.

Keterlibatan HFJ dalam kasus narkotika ini berawal dari pengembangan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis ekstasi pada 9 Oktober 2022.

Dimana diduga HFJ juga ikut terlibat dalam tindak pidana tersebut bersama terdakwa atau pelaku lain, yaitu, IS, JUM, TTS dan CR.

Bahwa dalam proses persidangan terungkap bahwa HFJ berusaha melarikan diri, sampai akhirnya menyerahkan diri ke Polres Inhil.

Selain itu juga terungkap fakta bahwa HFJ berbelit-belit dalam persidangan dan tidak mengakui perbuatannya, yang mana jelas-jelas saksi-saksi yang dihadirkan oleh Penuntut umum telah menerangkan secara terperinci peran HFJ.

Sehingga Penuntut Umum yakin bahwa HFJ telah melakukan permufakatan jahat dengan terdakwa TTS menjadi perantara dalam jual beli narkotika jenis ekstasi.

Baca selengkapnya : “Sempat Divonis Bebas PN Tembilahan, Terpidana Kasus Narkotika Menyerahkan Diri”