Kisah Air Terjun di Inhil, Berawal dari Tempat Bermain Rusa Hingga Menjadi Objek Wisata

WARGANET.CO – Air Terjun Tembulun Rusa memiliki ketinggian mencapai 18 meter, dengan kedalaman kolamnya sekitar 1,5 meter dan sudut kemiringan 45 derajat. Di sisi alur air terjun ini terdapat keunikan berupa bebatuan yang menyerupai anak tangga untuk naik ke atas.

Objek wisata air ini terletak di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kebupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Obyek wisata nan eksotis ini dapat dicapai hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Dabo Singkep.

Bacaan Lainnya

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, penamaan Tembulon Ruso atau Tembulun Rusa ini.

Dikarenakan di area air terjun tersebut selalu menjadi tempat bermain bagi hewan rusa, yang masyarakat setempat menyebutnya dengan nama RUSO.

Air Terjun Tembulun Rusa ini berdekatan dengan wisata Air Terjun 86, Wisata Tersembunyi Negeri Seribu Jembatan. Debit Air Terjun dari Tembulun mengalir cukup deras, Sehingga menantang para pecinta alam untuk melakukan olahraga Arum jeram.

Wisata Air Tembulun Rusa sebenarnya mempunyai 4 tingkat air terjun. Hanya saja karena pada waktu itu terdapat dinding tebing yang longsor, kemudian hanya menyisakan 3 tingkat saja.

Ketinggian air terjun ini mencapai 27 meter untuk tingkat pertama. Sementara untuk tingkat kedua memilki ketinggian 10 meter. Kemudian untuk ketinggian ketiga mencapai 17 meter. Jadi total seluruh ketinggian dari ketiga tingkat tersebut yaitu 54 meter.

Salah satu keindahan yang ditawarkan oleh air terjun Tembulun adalah pemandangan alam di sekitarnya selain memang air terjunnya yang terkenal sangat jernih.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) terus mempromosikan destinasi wisata ini. Bagaimana tidak, objek yang memiliki alam yang asri ini mampu memanjakan pengunjungnya. Mulai dari muda dan tua, laki-laki dan perempuan, hingga wisatawan berpetualang maupun hiburan.

Untuk menuju lokasi Air Terjun ini, dari Desa Batu Ampar menulusuri jalan lintas timur menggunakan kendaraan roda empat. Yakni, dengan menelusuri jalan setapak dan menempuh hutan yang berbukit dengan jarak sejauh lebih kurang 2 Km kearah utara.

Pos terkait