Penerima BPNT Kecamatan Batang Peranap Wajib Ikuti Vaksinasi

  • Whatsapp

WARGANET.CO, INHU-Penyaluran Bantuan Pangan Non tunai (BPNT) di kecamatan Batang Peranap telah dilaksanakan di aula Kantor Camat Batang Peranap hari ini minggu (17/04/22).

Camat Batang Peranap Peranap Ferisman Ahmadiyah S.Sos bersama Kapolsek Peranap Iptu Bahagia Ginting SH bersama Kepala Puskesmas Batang Peranap Rose SKM mengatakan menyalurkan BPNT kepada Masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebut sesuai dengan hasil pendataan KPM yang diperoleh dari muasyawarah di tingkat desa untuk kemudian ditetapkan di tingkat kalurahan melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).

Bacaan Lainnya

Adapaun penentuan penerima BPNT didasarkan pada keluarga yang belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah baik melalui PKH, BPNT, BST maupun program bansos lain. Kriteria tersebut ditetapkan agar memudahkan pendataan calon KPM agar tidak menerima bantuan ganda yang bersumber dari anggaran Pemerintah, sehingga dapat terjadi pemerataan penyaluran bantuan.

Berbeda dengan penyaluran sebelumnya. selain pelaksanaannya wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti mempersiapkan tempat duduk berjarak agar tidak terjadi kerumunan, melakukan pengecekan suhu sebelum memasuki aula Kantor Camat Batang Peranap mencuci tangan, serta mengenakan masker, kali ini penerima BPNT wajib ikuti vakinasi bagi yang belum karena kebanyakan PKM adalah lansia.

Menurut Kepala penyaluran kali ini para penerima manfaat dari BPNT sebelum menerima uang sebesar Rp. 300.000 diwajibkan untuk mengikuti vaksin terlebih dahulu.

“Saya atas nama pemerintah Penyelengara ikut mendukung pelaksanaan Vakinasi COVID-19, untuk itu penyaluran BPNT tahap kali ini para penerima BPNT kami wajibkan untuk ikut vaksin atas kerjasama kami dengan Puskesmas Batang Peranap”. tegasnya

Sebagai syarat penggambilan BPNT penerima diharuskan membawa syarat berupa surat pernyataan bermaterai 10.000 yang memuat belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah, fotokopi KTP dan KK KPM untuk memastikan bahwa warga yang datang adalah benar-benar KPM yang sudah ditentukan. Masing-masing KPM menerima bantuan sejumlah Rp. 300.000,- yang bersumber dari Dana Desa. Hal tersebut sesuai dengan instruksi PMK-222 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun 2021 yang didalamnya memuat bahwa BPNT harus dilaksanakan selama 12 bulan tutupnya. (A.Rus)

Pos terkait