DPMD Inhil Gelar Sosialisasi LAD bagi 30 Kades di 18 Kecamatan

  • Whatsapp

INHIL– Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Bidang KPM (Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat) menggelar sosialisasi Lembaga Adat Desa (LAD) untuk percepatan pembentukan LAD se-Kabupaten Inhil, Senin 28 Maret 2022.

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Harmoni Tembilahan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Inhil diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah (Setda) H Masdar.

Bacaan Lainnya

Tampak hadir Kepala DPMD Inhil diwakili Sekretaris H Dwi Budianto, Kepala Bidang KPM DPMD Hj Marini, narasumber dari perwakilan DPMD-Dukcapi Riau dan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), serta peserta dan undangan lainnya.

Sekretaris DPMD Inhil H Dwi Budianto dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi dalam rangka percepatan pembentukan LAD adalah untuk melestarikan adat budaya Negeri Seribu Parit, serta terciptanya kesepahaman tentang tugas dan fungsi LAD.

“Untuk peserta kegiatan berjumlah sebanyak 30 orang, yang merupakan perwakilan kepala desa (kades) dari 18 kecamatan di Kabupaten Inhil,” ujarnya.

Sedangkan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Inhil H Masdar dalam sambutannya menjelaskan, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 74 Tahun 2020, LAD merupakan lembaga yang menyelenggarakan fungsi adat istiadat dan menjadi susunan asli desa yang tumbuh dan berkembang atas prakarsa masyarakat desa.

“Selanjutnya, LAD memiliki tugas untuk membantu Pemerintah Desa dan menjadi mitra dalam memberdayakan, melestarikan dan mengembangkan adat istiadat sebagai wujud pengakuan adat istiadat masyarakat desa,” terangnya.

Sementara itu, Narasumber Kabid KPM DPMD Inhil Hj Marini SE MSi dalam paparan materinya menjelaskan tentang pemberdayaan masyarakat.

“Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yang sekarang menjadi DMIJ Plus Terintegrasi dicanangkan sejak tahun 2014 lalu, tujuannya untuk mencapai masyarakat sejahtera dan desa maju. Hal ini terbukti dari terbukanya isolasi desa dan partisipasi pemberdayaan masyarakat yang meningkat,” imbuhnya.

Pos terkait