Scroll untuk baca artikel
Ragam

Waspada!!!..Hanya Tidak Menjawab Surat, LBH Tuding Kepala Desa di Inhil Selewengkan Anggaran

×

Waspada!!!..Hanya Tidak Menjawab Surat, LBH Tuding Kepala Desa di Inhil Selewengkan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

INHIL, WARGANET.CO – Tukang palak berkedok Lembaga Bantuan Hukum (LBH) masuk ke Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan akhir-akhir ini beredar berita di media sosial indikasi korupsi beberapa oknum kepala desa.

Hanya karena tidak menjawab surat dari LBH yang dimaksud, Kepala Desa Pasir Emas misalnya dituding menyelewengkan penggunaan anggaran DD dan ADD oleh LBH tersebut.

Terkait hal itu, awak media langsung mengkonfirmasi kepala desa Pasir Emas, Abdul Rahman. Menurutnya, berita itu diturunkan setelah dia tidak bersedia untuk menjadi klien LBH yang bukan datang dari Inhil tersebut.

“Kita disuruh bayar untuk jadi clien di LBH mereka, tapi karena saya sudah punya pengacara sendiri jadi saya tidak bersedia, sejak itu saya di keluarkan dari group dan diancam akan disurati,” kata Abdul Rahman.

Ditambahkannya, sebelumnya dia sudah pernah membayar KTA sejumlah satu juta rupiah, karena sebagai bentuk solidaritas sesama kepala desa.

“Tahun kemaren saya sudah bayar satu juta, tahun ini mereka minta lagi tiga juta, saya bilang saya sudah bayar kemaren satu juta, mereka bilang itu cuman uang KTA belum jadi klien, benar-benar aneh,” tambahnya lagi.

Setelah dikeluarkan dari Group LBH itu, Rahman akui mulai mendapat ancaman-ancaman seperti akan segera disurati.

Ketika ditanya apakah sudah menerima surat mereka, Rahman mengatakan surat aslinya tidak Ia terima, tetapi softcopynya sudah iya baca karena langsung diteruskan oleh LBH via WA.

“Aneh, LBH menyurati klien meminta data-data desa, LBH itu tugasnya memberikan bantuan hukum, bukan malah menakut-nakuti. Saya tidak suka, gara-gara saya tidak bayar upeti lalu diberitakan, saya Kepala Desa Pasir Emas siap menghadapimu, LBH yang kerjanya menakut-nakuti kades dan memerasnya dengan kedok lembaga bantuan hukum,” tegas Rahman.

Rahman mengakui memiliki banyak bukti pemerasan yang dilakukan LBH tersebut, dan jika terus-terusan diserang, siap membongkar permainan mereka didepan hukum.

“Saat ini saya sedang berkoordinasi dengan penasehat hukum, langkah hukum apa yang akan saya ambil nantinya, bersama  rekan media yang ada di Inhil juga, karena ini sudah merusak citra LBH dan media juga,” pungkasnya.